Tampilkan postingan dengan label sistem erp. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sistem erp. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Desember 2019

Faktor Penting Pendorong Implementasi Sistem ERP


Faktorpenting lain pada tahap awal proyek adalah Business ProcessReengineering (rekayasa ulang proses bisnis) dan kustomisasi yang minimum. Adalah mutlak bahwa prosesbisnis yang terbentuk disesuaikan dengan sistem yang baru (Bingi et al., 1999).Peran software erp sangatlah penting bagi perusahaan,jasa pembuatan software erp bisa membantu perusahaan dalam pembuatqa software erp. Penyesuaian antara proses bisnis dengan perangkat lunak merupakan faktor penting dalam implementasi (Holland & Light, 1999 dan Sumner, 1999). Harus ada keinginan dari organisasi untuk merubah proses bisnis agar sesuai dengan perangkat lunak dengan melakukan kustomisasi yang minimal (Holland & Light, 1999; Roberts & Barrar, 1992).

Sebisa mungkin perangkat lunak tidak perlu modifikasi (Sumner, 1999). Modifikasi harus dihindari untuk mengurangi kesalahan dan untuk mempermudah bila akan meng-upgrade ke versi yang lebih baru (Rosario, 2000).Perusahaan memerlukan software ERP untuk memudahkan pendataan dan sebagainya maka dari itu jasa pembuatan software erp bisa membantu perusahaan dalam pembuatan software erp. Alat-alat untuk proses pemodelanmembantu kustomisasi proses bisnis dengan tanpa mengubah kode pada perangkat lunak (Holland & Light, 1999). Adalah penting untuk meninjau ulang dan mendisain ulang proses bisnis (Rosario, 2000). Dalam memilih paketsistem, dukungan vendor dan, banyaknya implementasi yang telah dilakukan sebelumnya, dapat menjadi pertimbangan (Roberts & Barrar, 1992).

Salah satu masalah yang berhubungan dengan penerapan paket sistem adalah ketidak sesuaian antara fasilitas yang tersedia pada software dengan proses bisnis dan kebutuhan informasi organisasi (Janson & Subramanian, 1996). Baik pada literatur tentang rekayasa (Hammer & Champy, 1993) maupun pada literatur ERP menyatakan bahwa suatu sistem ERP yang berdiri sendiri tidak bisa meningkatkan kinerja organisasi kecuali jika suatu organisasi mengatur kembali bisnis prosesnya (Bingi et al., 1999). Menurut Willcocks & Sykes (2000), model bisnis yang baru dan rekayasa ulang yang mendorong pemilihan teknologi adalah suatu faktor yang berperan dalam keberhasilan ERP.